Jejakbd.web.id - Pengalaman Mengganti Domain Menjadi jejakBD.web.id dan Mengamankan Trafik Lama

Mengapa Saya Mengganti Domain?


@https://www.techwyse.com/
Saya terpaksa mengganti domain jejakbede.online menjadi jejakbd.web.id karena alasan ekonomis.

Domain jejakbede.online memiliki biaya perpanjangan sekitar Rp500.000/tahun, sedangkan jejakbd.web.id hanya Rp55.000/tahun. Perbedaannya sangat signifikan!

Awalnya, pada tahun 2018, saya membeli domain jejakbede.online dengan harga yang kurang dari Rp100.000/tahun

Saat itu saya sempat bertanya ke admin penyedia domain apakah harga tersebut berlaku selamanya, dan mereka menjawab iya.

Namun, pada tahun ke-3 (2020), tiba-tiba muncul tagihan sekitar Rp400.000/tahun.

Saya pun protes dan menunjukkan bukti percakapan dengan admin, tetapi mereka tetap bersikeras bahwa harga awal hanya harga promo.


Pelajaran yang Bisa Dipetik

Jangan mudah tergiur dengan promo harga domain murah! Selalu baca syarat dan ketentuan agar tidak tertipu dengan kenaikan harga di tahun-tahun berikutnya.

Akhirnya, tahun ini saya memutuskan untuk mengganti domain ke yang lebih murah. Namun, ada dua tantangan utama:
  • Mengamankan trafik dari domain lama
  • Menyesuaikan Google AdSense dengan domain baru
Setelah membaca berbagai panduan di Google, berikut adalah langkah-langkah yang saya lakukan:


Langkah-Langkah Mengganti Domain dan Mengamankan Trafik Lama

1. Membeli Domain Baru dan Mengarahkan ke Blogspot

Langkah pertama adalah membeli domain jejakbd.web.id dan menghubungkannya dengan Blogspot. 

Proses ini cukup mudah karena sudah ada panduan yang jelas dari penyedia domain maupun dari Google sendiri.

Namun, setelah mengganti domain, masalah muncul:
  • Pengunjung yang masih mengakses jejakbede.online akan mendapatkan pesan "Web tidak ditemukan".
  • Artikel yang sudah terindeks di Google menggunakan domain lama tidak otomatis berpindah ke domain baru.
Untuk mengatasi ini, saya melakukan langkah kedua.

2. Membuat Blogspot Baru dan Mengarahkan Domain Lama ke Blogspot Baru

Saya membuat Blogspot baru dan mengarahkan domain jejakbede.online ke Blogspot baru tersebut.

Jadi, jika ada yang mengetik atau mengunjungi domain lama saya, mereka akan diarahkan ke Blogspot baru.

Pada Blogspot baru tersebut, saya hanya membuat satu postingan dengan pesan:

"jejakbede.online telah menjadi jejakbd.web.id. Silakan kunjungi situs baru kami untuk informasi lebih lanjut."

Dengan cara ini, masalah web tidak ditemukan dapat teratasi. Namun, tentu saja, tidak semua orang mau membuka situs baru tersebut.

Oleh karena itu, saya melakukan langkah ketiga.

3. Mengarahkan jejakbede.online Langsung ke jejakbd.web.id

Agar pengunjung langsung diarahkan ke domain baru, saya menambahkan skrip berikut pada Blogspot baru:

<script type='text/javascript'>
  var d='<data:blog.url/>';
  d=d.replace(/.*\/\/[^\/]*/, '');
  location.href = 'https://www.jejakbd.web.id';
</script>

Dengan skrip ini, semua pengunjung pada domain lama akan otomatis diarahkan ke jejakbd.web.id tanpa harus mengklik link atau membaca postingan peralihan.



Hasil Akhir: Apakah Trafik dan SEO Tetap Aman?

Saat ini, saya masih memantau bagaimana trafik berkembang di Google Search Console.

Saya belum tahu bagaimana dampaknya terhadap peringkat SEO, tetapi yang jelas Google AdSense harus dimulai dari awal lagi karena domain baru perlu diverifikasi ulang.


Kesimpulan

Mengganti domain memang bisa menjadi tantangan, terutama dalam menjaga trafik dan SEO.

Namun, dengan langkah yang tepat seperti membuat Blogspot perantara, memasang redirect otomatis, serta memperbarui informasi di Google Search Console, transisi bisa dilakukan dengan lebih mulus.

Bagi yang sedang mempertimbangkan mengganti domain, pastikan sudah mempersiapkan langkah-langkah ini agar tidak kehilangan pengunjung dan penghasilan dari blog.

Semoga pengalaman saya ini bermanfaat! 😊