Jejakbede.online - Tetiba ingat cerita saat menemukan uang cash di mesin ATM sebuah bank. Lumayan lembaran uang seratusan ribu rupiah😅.

Gambar sekedar ilustrasi ya. Sumber: https://www.infoperbankan.com/

Kejadian saya menemukan uang tunai di mesin ATM ini sudah setahun lalu sih. Saya sendiri udah hampir lupa.

Kebetulan lagi blogwalking ke teman-teman blogger,  nemu tulisan mb bundanameera.com tentang pengalamannya menarik uang di ATMtapi tidak keluar. Saldonya terpotong.

Saja jadi ingat pengalaman sebaliknya, baru mau memasukkan kartu ATM eh nampak tumpukan uang lembaran seratus ribuan di tempat uang keluar pada mesin ATM.

Kaget dan bingung, nih uang siapa dan kok dibiarkan saja. Tanduk setan keluar juga. Lumayan nih setara gaji seminggu wkwkw.

Tiba-tiba iba juga, kepikiran pasti yang punya uang ini lagi butuh buat bayar sesuatu. Gimana kalo kita sendiri yang ngalamin gitu.

Saya langsung keluar bilik ATM mau nyari kali aja ada orang terlihat pergi dari sekitar bilik ATM ini. Kebetulan lokasi ATM ini ada di sebuah SPBU.

Pagi itu tidak ada orang lain di sekitar bilik ATM, hanya beberapa kendaraan yang sedang mengisi BBM.

Saya masuk lagi dan mengambil uang tersebut, lalu melambai ke arah kamera CCTV, maksudnya mau ngasih isyarat ada uang ketinggalan. Agak aneh sebenarnya ya 😁😁😁.

Setelah saya hitung uangnya sejumlah sekian ratus ribu. Saya keluar dan menghampiri salah satu petugas SPBU bilang kala saya menemuakan uang di mesin ATM. 

Petugas SPBU tersebut bilang berapa banyak? Saya hanya nunjukin gulungan uang tersebut dan tidak mau menyebutkan jumlah pasti.

Kenapa? Jumlah uang akan jadi kata kunci untuk mengidentifikasi jika ada yang mengaku kehilangan uang. Jadi kalo kita sudah menyebutkan jumlahnya, kita sulit memastikan pemilik sebenarnya jika ada yang mengaku-aku.

Itu pengetahuan yang saya dapat dari salah satu sinetron religi yang biasa diputar saat Ramadhan 😄.


Kata petugas SPBU tersebut sebelumnya ada mobil berhenti dekat mesin ATM dan pengemudinya  lalu masuk ke bilik ATM tersebut. Gak lama dia keluar dan langsung ngebut pergi.

Jadi asumsi saya pemilik uang tersebut menggunakan ATM dengan mode penarikan cepat. Seingat saya jika penarikan cepat, setelah proses transaksi maka kartu ATM akan keluar terlebih dahulu baru kemudian uangnya.

So, mungkin karena memang lagi terburu-buru saat kartu ATMnya keluar orang tersebut langsung mengambilnya dan langsung pergi.

Jadilah saya yang menemukan uang yang ditinggal pemiliknya tersebut.

Kembali ke petugas SPBU, dia bilang beberapa kali memang ada kejadian demikian dan pemilik uang mencarinya ke pengelola SPBU tersebut.

Saya pun jadi kepikiran ya udah saya titip aja ke pengelola SPBU. Saya menyerahkan uang tersebut dan meminta identitas petugas yang menerima dan kemudian saya foto.
Uang yang saya temukan di mesin ATM sebuah SPBU

Namun tiba-tiba teman kantor yang bersama saya bilang jika dia sarankan kolega kami pada bank yang mengelola ATM ini agar uang diserahkan ke pihak bank saja.

Akhirnya uang yang saya serahkan ke petugas SPBU tersebut saya ambil lagi dan kami lanjut ke kantor bank tersebut.

Rupanya meski sudah ada prosedurnya, berita ada orang mau mengantar uang yang ditemukan di ATM cukup  menarik pejabat di bank tersebut.

Jadilah kami ditemui khusus oleh Kepala Cabang pada bank tersebut untuk menerima uang temuan kami.
Bersama pejabat bank setempat yang menerima uang temuan kami

Kata ibu pejabat bank ini, form pelaporan temuan uang memang tersedia namun dia sendiri baru pertama kali menerima dan menggunakan form tersebut.

Ibu Kacab Bank ini sempat bercanda atau ngetes juga... kok malah dianterin pak? Kata saya terlalu dikit sih. Gak bikin saya jadi milyuner ngambil uang itu.

Mungkin kalo jumlahnya milyaran bisa jadi saya berubah pikiran wkwkwkw.


Bagaimana  baiknya jika menemukan uang bukan milik kita?

Guru agama saya mengajarkan, jika menemukan barang yang bukan milik kita namun kita takut tidak amanah menjaganya maka baiknya tinggalkan saja.

Namun, jika kita khawatir barang tersebut malah hilang baiknya kita amankan saja dengan tujuan menjaga sampai bertemu dengan pemiliknya.

Kemudian kita harus mengumumkan tentang temuan kita tersebut kepada khalayak dengan tidak menyebutkan ciri-ciri khusus barang tersebut. 

Ini maksudnya untuk mengidentifikasi pemilik sebenarnya. Karena ia yang paling tahu persis barang miliknya.

Jadi misalnya dalam kaitan uang yang saya temukan, jika ada yang mengaku-aku saya akan menanyakan berapa jumlah uang tersebut?

Kalo dia pemiliknya dia akan tahu. Bisa saja ada yang asal menebak ya. Kita tanya lagi yang lebih rinci,  hilang di sekitar mana, kapan, terdiri dari pecahan uang berapa dst.

Hanya pemilik sebenarnya yang akan tahu deskripsi detil miliknya.

Setelah satu tahun jika pemilik sebenarnya tidak datang, kita boleh memanfaatkan uang tersebut namun harus tetap mengingat ciri-cirinya.

Jika dikemudian hari pemilik sebenarnya datang dan bisa membuktikan uang itu miliknya sesuai deskripsi yang kita simpan ya harus kita serahkan. 

Karena uang temuan tersebut sampaikan kapanpun tetap hak si pemilik yang kehilangan tersebut.

Selengkapnya dapat dibaca di sini ya:
https://www.eramuslim.com/kontemporer/haramkah-barang-temuan.htm#.X7NKTc7is2w


Bagaimana dengan uang yang ditemukan di mesin ATM. Seperti cerita saya di atas, baiknya diantar ke bank pengelola mesin ATM tersebut.

Di sana terdapat prosedur menerima uang yang ditemukan di area ATM. Kemudian mereka juga bisa mengidentifikasi pemilik sebenarnya.

Misalnya mencocokan wajah dengan rekaman CCTV di bilik ATM, mengecek log penarikan dan lainnya.

Tentunya lebih aman dan terjamin jika kita kembalikan atau titipkan ke bank tersebut. Kitapun tenang gak megang uang orang lagi.

Gitu deh sobat blogger, cerita saya menemukan uang pada mesin ATM. Kali aja ada yang merasa pernah ketinggalan uang di mesin ATM mari kita cocokkan datanya 😀.