JejakBeDe.online - Menikmati sunset dan menyusuri jejak kejayaan Kota Tua Ampenan  - Lombok. Cerita kilas balik saat bersama keluarga menikmati liburan selama 15 bulan di Lombok 😊.

Ampenan adalah satu kawasan di pesisir barat Kota Mataram, Lombok. Meski pantainya tidak seindah pantai lainnya di Lombok, Pantai Ampenan setiap sore ramai didatangi pengunjung. Umumnya pengunjung domestik atau juga warga asli Lombok.
Tentang Lombok:

Wisatawan asing kebanyakan akan berkunjung ke destinasi wisata lain yang memang sudah terkenal ke mancanegara seperti Pantai Senggigi dan Gili Trawangan.

Pasir di Pantai Ampenan berwarna kehitaman, kontras dengan pantai-pantai lain yang menjadi incaran para turis ke Lombok. Namun yang menjadi daya tarik adalah sensasi sunset di Pantai Ampenan karena saat matahari terbenam arahnya tegak lurus terhadap pantai. 
Pengunjung yang menunggu sunset di Pantai Ampenan Mataram Lombok

Hal ini karena memang Pantai Ampenan tepat di sisi barat pulau Lombok. Jaraknya hanya 8 kilometeran saja dari pusat Kota Mataram. Dari pantai ini, jika terus lurus mengarungi laut ke barat maka akan sampai ke Pulau Bali.
Tentang Bali: Menikmati Pesona Pantai Pandawa Bali

Pantai Ampenan ini menjadi salah satu alternatif tempat wisata bagi saya dan keluarga selama di Mataram. Selain untuk menghabiskan waktu, karena di sini terdapat satu-satunya penjual pisang goreng kesukaan kami😁.

Lokasi wisata di Pantai Ampenan ini dulunya adalah pelabuhan niaga terbesar di Lombok. Selain untuk aktivitas transportasi, awalnya sebagai pangkalan militer kerajaan Selaparang Lombok saat menghadapi serangan kerajaan Gel Gel dari Bali. Ini terjadi pada sekitar abad ke-17.

Jika air laut sedang surut, kita masih bisa melihat tiang-tiang bekas pelabuhan Ampenan. Tiang-tiang tersebut menjorok ke arah tengah, dari anjungan yang memang dibuat khusus untuk pengunjung.
Tiang-tiang yang terlihat di sisi kanan adalah bekas Pelabuhan Ampenan dulu

Laut dan suasana sunset merupakan bagian yang melekat dalam hidup saya. Sebagai anak pantai (tsaah) maksudnya anak yang rumahnya dekat pantai,  pantai menjadi hal yang selalu dirindukan. 

Menikmati suasana pantai, laut lepas dan nuansa sunset seolah menjadi pelepas rindu kampung halaman. Mengingat kembali masa kecil yang hampir tiap hari bermain sampan di laut. Sayangnya zaman itu belum ada fasilitas untuk selfie di atas sampan 🤣🤣🤣.
Sunset di tanah seberang: Mengejar Pemandangan Sunset dari Gedung Opera Sydney Australia

Eh inikan mau bahas sejarah kejayaan Kota Tua Ampenan yah... maaf jadi ngelantur🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️. Ya ya... lanjut.

Jadi untuk menuju Pantai Ampenan ini, kita akan melewati kawasan Kota Tua Ampenan. Kota ini dulunya ramai seiring ramainya aktivitas Pelabuhan Ampenan. Sekarang Kota Tua Ampenan merupakan Jaringan Kota Pusaka Indonesia karena nilai sejarahnya. Dapat dibaca di sini: Sejarah Kota Tua Ampenan

Jika kita baru pertama kali berkunjung baiknya mengaktifkan google maps yah, karena jalan menuju Pantai Ampenan tidak dilengkapi banyak rambu penunjuk.
Sisi kiri dari bekas pelabuhan Ampenan

Dari gerbang utama, kita akan melewati area terbuka yang pada malam hari akan penuh sesak dengan pengunjung. Di sisi kiri area terbuka ini terdapat sebuah mushola yang cukup besar. Jadi gak usah khawatir ketinggalan sholat magrib saat menunggu sunset di Pantai Ampenan.

Di sisi kanan adalah food court yang umumnya menjajakan makanan khas Lombok seperti Ayam Bakar Taliwang dan sate Rembiga.
Food court di area Pantai Ampenan. Sumber foto: https://www.balitourism.nl

Jika kita berjalan lurus ke arah pantai maka kita akan menemukan anjungan utama yang dinamakan Anjungan Satu Hati. Di sini merupakan letak Pelabuhan Ampenan yang dulunya menjadi tempat kapal-kapal bersandar.
Anjungan utama di Pantai Ampenan

Mengutip Britannica.com, disebutkan bahwa pada tahun 1894 Belanda menduduki Lombok karena melihat potensi pada Kota Ampenan ini. Selanjutnya pada 1924 Belanda terus mengembangkan kota tersebut mengandalkan kegiatan ekonomi dari aktivitas pelabuhan Ampenan.

Ampenan berkembang menjadi pusat perdagangan di mana pelabuhannya menjadi pelabuhan ekspor ternak ke wilayah di pulau-pulau lain.
Baca juga yah: Berkunjung Ke Taman Narmada Lombok, Taman Para Raja

Saat Jepang masuk menjajah, aktivitas pelabuhan Ampenan dihentikan. Sesudah Jepang angkat kaki, aktivitas di Pelabuhan Ampenan kemudian digiatkan kembali.
Salah satu sudut Kota Tua Ampenan, sebelum direvitalisasi. Sumber foto: http://explorlombokisland.blogspot.com

Pelabuhan Ampenan kemudian menjadi pelabuhanan penyeberangan yang menghubungkan Lombok dengan Bali. Namun karena alasan keamanan, aktivitas ini dipindahkan ke pelabuhan baru yang lebih baik di Lembar.
Wisata lain di Lombok: Eksotisme Gili Sudak Lombok

Berpindahnya pelabuhan ke Lembar secara perlahan membuat kegiatan ekonomi di kota tua Ampenan meredup. Menyisakan bangunan-bangunan lama yang menyimpan sejarah panjang terbentuknya kota Mataram.

Saat ini saat menikmati sunset di pantai Ampenan, kita hanya bisa menyaksikan tiang-tiang pancang pelabuhan Ampenan yang pernah dibangun Belanda. Bangunan tua dan tiang pancang tersebut menjadi saksi sejarah kejayaan kota tua Ampenan.