JejakBeDe - Menyusuri Jejak Kehidupan Masyarakat Lampau pada Desa Sade Lombok.
Pernah gak teman-teman membayangkan bagaimana kehidupan masyarakat di jaman dulu kala. Tanpa listrik, handphone, teknologi dan kendaraan bermotor?

Jejak kehidupan masyarakat seperti itu masih bisa kita temukan di Desa Sade Lombok. \

Tempatnya di  Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Berjarak sekitar 11 kilometer ke arah selatan dari Bandara Internasional Lombok (BIL).
Jejak terkait :

Adapun dari ibukota NTB di Kota Mataram jarak menuju Desa Wisata Sade sekitar 40an kilometer ke arah tenggara.

Dari Mataram sendiri kita tetap akan melewati bandara BIL untuk mencapai Desa Sade Lombok ini. 


Desa Sade Sebagai Desa Konservasi


Di Desa Sade Lombok bermukim masyarakat etnis Sasak yang merupakan suku asli Lombok. Mereka adalah merupakan kelompok yang teguh mempertahankan tradisinya.

Semuanya berasal hanya dari satu garis keturunan saja, karena pernikahan terjadi hanya sesama warga Sade. Jumlah penduduknya saat ini hanya berkisar 150an kepala keluarga.

Karena tetap mempertahankan budaya dan tradisinya maka Desa Sade Lombok ditetapkan sebagai desa konservasi sesuai SK Gubernur NTB.

Sebagai desa konservasi, Desa Sade Lombok merupakan contoh atau model desa yang mampu mempertahankan nilai-nilai aslinya, tanpa terpengaruh perkembangan zaman.
Perkampungan Desa Sade Lombok. sumber foto di sini

Hal ini bisa kita lihat dari bentuk rumah yang dari anyaman bambu tanpa paku dan bahan atap yang hanya dari jerami. Lantai rumahpun di Desa Sade Lombok ini hanya beralas tanah, meski sekarang sudah banyak juga yang disemen. 

Desa Sade Sasak terletak di tepi jalan raya utama yang menghubungkan Kota Mataram, Bandara BIL dengan destinasi wisata pantai di sebelah selatan Lombok Tengah.

Antara lain pantai Kuta, Pantai Mawun dan Pantai Mandalika. Selengkapnya : 7 Pantai Cantik Lombok Yang Pernah Saya Kunjungi.

Jika kita dari arah Mataram maka gerbang Desa Sade Lombok ada di sebelah kiri. Akan terlihat di sisi seberangnya papan namanya sekaligus area untuk parkir.

Berhati-hati yah jika ingin menyeberang dari parkiran ke area Desa Sade karena lalu lintas selalu ramai.


Tidak ada Pungutan untuk Masuk ke Desa Sade


Saat masuk gerbang, kita akan disuguhi kotak donasi yang besarannya terserah kita. Jadi sebenarnya untuk masuk ke Desa Sade Lombok tidak ada tiket resminya.

Donasi tersebut kata seorang kawan untuk local guide yang akan menjelaskan sejarah desa ini.
Gerbang masuk Desa SadeLombok

Memang ada baiknya kita menggunakan jasa local guide, sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang detil dan lengkap. Meski sebenarnya kita bisa bertanya kepada warga yang ada di rumah-rumah di Desa Wisata Sade ini.

Selepas gerbang kita akan melihat sebuah banguan dengan atap setengah lingkaran. Ini merupakan lumbung padi atau menurut bahasa setempat disebut "Alang".

Bentuk atap ini menjadi simbol Pulau Lombok. Arsitektur seperti ini konon dapat mencegah tikus memanjat memasuki lumbung padi.

Pose ah depan lumbung Desa Sade

Bergerak ke dalam kita akan menemui gang atau jalan-jalan sempit dari tanah khas perkampungan. Seolah kita berada jauh dari peradaban masa kini.

Rumah-rumah yang ada benar-benar asli sebagaimana rumah tradisional Sasak Lombok. Tidak ada listrik dan alat-alat elektronika.
Jalan dalam kampung Desa Sade Lombok

Ada hal unik yang diceritakan kawan yang bersama kami. Kebiasaan masyarakat Desa Sade Lombok adalah mengepel lantai dengan kotoran kerbau.

Katanya ini membuat lantai lebih bersih dan nyamu tidak akan mendekat. Sayangnya saat kami berkunjung, sedang tidak ada ritual ini.


Suvenir dan Tenun khas Sasak 


Pada rumah-rumah di bagian depan Desa Sade Lombok ini banyak yang menyediakan suvenir khas suku Sasak Lombok.

Kalung, peci, gelang dan tas yang ditawarkan merupakan produk asli buatan mereka. Terdapat pula suvenir berupa replika rumah adat Sasak dam asesoris lainnya

Lapak suvenir di Desa Sade Lombok

Tentunya yang paling terkenal adalah tenunan khas Sasak. Tenunan ini berupa sarung dan songket yang dibuat langsung dengan alat tenun tradisional di desa ini.

Kita akan menemukan ibu-ibu yang dengan tekun menenun kain tersebut.
Tenunan khas Sasak Produksi Desa Sade

Para penenun dengan ramah akan menawarkan kita untuk mencoba alat tenun mereka. Mereka juga akan mengajari kita cara menenun.

Kalopun tidak ingin belajar, minimal sekedar berfoto berpura-pura menenun, seperti kolega saya di bawah ini😁😁😁.
Alat tenun tradisional di Desa Sade Lombok.

Tidak butuh lama untuk mengitari seluruh area desa wisata ini. Meski luas area Desa Sade Lombok mencapai 5.5 ha, bagian wisatanya sebagian besar berada di bagian depan dari arah gerbang masuknya.

Oh iya jika ingin membeli suvenir, jangan segan untuk menawar. Warga Desa Sade sangat senang jika barangnya ditawar, karena mungkin dianggap kita berminat terhadap barang tersebut. 

Menyusuri desa konservasi ini, membuat kita dapat mengenal kehidupan lampau nenek moyang kita.

Khususnya kehidupan suku Sasak yang masih teguh menjaga keaslian budaya dan tradisi di Desa Sade mereka.