JejakBeDe.online - Kenangan Bertemu Bunga-Bunga Di Taman Bunga Keukenhof, Lisse - Belanda.


Beberapa hari lalu gak sengaja nonton film "Tulip Fever" di TV berbayar. Film drama ini berkisah tentang tokoh utamanya yang terpaksa menikah dengan seorang duda kaya.

Pernikahan ini berlangsung dengan kompensasi sejumlah uang untuk mengatasi kemiskinan keluarganya.

Dalam perjalanannya tokoh utamanya jatuh cinta dengan pria lain yang berprofesi sebagai pelukis. Dari sini kisahnya jadi rumit tentunya.
"Bunga" di depan bunga di Taman Keukenhof


Biasanya sih saya kurang suka film drama. Namun karena ada unsur sejarahnya maka saya tertarik mengikuti film tersebut sampai tuntas. Cukup seru dengan ending di luar dugaan dengan cukup menguras emosi😊.

Latar belakang film Tulip Fever ini adalah kisah nyata demam Tulip pada abad ke-17 di Belanda.

Saat itu dikenal sebagai era Tulipmania di mana harga Tulip mencapai nilai yang fantastis karena orang-orang rela menukarnya dengan apa saja.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
Kalo ini hama di Taman Bunga Keukenhof Belanda

Karena film ini seketika saya jadi terkenang saat berkunjung ke Belanda beberapa tahun lalu. Pada satu sesi libur weekend, kami berkesempatan menyaksikan keindahan Tulip pada Taman Bunga Keukenhof Belanda.

Kenangan ini sangat berkesan karena kunjungan tersebut berlangsung pada bulan Mei seperti saat saya menonton film Tulip Fever tersebut. 

Lebih berkesan lagi karena pada Mei saat itu saya juga merayakan ultah ke 17++ saya di luar negeri. Ceritanya di sini : Mondok Sebulan di Wageningen - Belanda


Taman Bunga Keukenhof Belanda

Taman Bunga Keukenhof Belanda tentunya isinya bunga, meski ada fasilitas wisata lainnya. Bunga sebenarnya dan bunga pake tanda kutip.

Bunga sebenarnya kebanyakan jenis tulip. Bunga pake tanda kutip berasal dari berbagai bangsa😘😘😘.

Taman Bunga Keukenhof Belanda
"Bunga" Eropa di Taman Bunga Keukenhof Belanda

Pengunjung Taman Bunga Keukenhof Belanda memang berasal dari berbagai negara. Umumnya ingin menyaksikan pesona bunga Tulip di  taman bunga terbesar di dunia.

Meski di Keukenhof ini tidak hanya ada Tulip, ada pula jenis Lily, Mawar dan lainnya.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
"Bunga" Tropis di Taman Bunga Keukenhof Belanda


Pengunjung tentunya sangat ramai dan padat karena Taman Bunga Keukenhof Belanda hanya buka pada saat musim semi saja. Itupun hanya beberapa minggu, di akhir Maret hingga pertengahan Mei.
Saat ini Keukenhof sudah tutup dan akan buka kembali tahun depan tanggal 20 Maret s. d 10 Mei 2020.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
salah satu pojok hamparan Tulip di Taman Bunga Keukenhof Belanda

Menurut literatur resmi pengelola Taman Bunga Keukenhof Belanda ini, di sini  terdapat sekitar tujuh juta kuntum bunga yang ditanam setahun sekali di taman tersebut.

Setidaknya ada 40 orang ahli bunga yang mengelola penanamannya.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
Sisi lain Taman Bunga Keukenhof Belanda


Meski buka sejak Maret, saat terbaik untuk melihat bunga-bunga di Taman Bunga Keukenhof Belanda ini disarankan pada pertengahan Mei. Ini karena Mei merupakan puncak mekarnya semua bunga.

Dan ini nasib baik kami pula karena mengikuti training ke Belanda selama sebulan di bulan Mei.
Jejak terkait :

Keukenhof artinya kebun dapur atau "garden" yah. Taman Bunga Keukenhof Belanda ini terletak 40an kilometer sebelah barat daya Amsterdam. 
Taman Bunga Keukenhof Belanda
Maaf keindahan Tulip Taman Bunga Keukenhof Belanda terhalang teman-teman saya

Saat itu kami berkunjung ke sana dengan naik bus dari Wageningan.  Selama training saat itu kami memang tinggal di Hotel Von Wageningan. Letaknya sekitar 100an kilometer ke arah Tenggara Amsterdam. Butuh sekitar 2 jam perjalanan dengan bis.

Kami beruntung pula karena cuaca lagi cerah dan hangat saat itu. Biasanya suhu udaranya cukup dingin untuk ukuran kita yang berasal dari daerah Tropis. Meski bagi orang Belanda sudah dianggap hangat pada setiap Mei.

Jika kita berkeliling, pda beberapa pojok Keukenhof terdapat gambar-gambar tokoh terkenal dunia seperti Alberth Eistein.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
Pojok Tulip Einstein


Sejarah Tulip dan Taman Bunga Keukenhof Belanda

Bunga Tulip saat ini menjadi lambang negara Belanda. Sebenarnya Tulip sendiri bukan bunga asli sana. Mengutip dari Tirto.id disebutkan bunga ini berasal dari Turki.

Ditanam pertama kali di Belanda pada tahun 1554 berasal dari benih yang dihadiahkan Kekaisaran Ottoman Turki. Benih tersebut untuk disebar ke seluruh Eropa.

Puncak penyebarannya pada tahun 1593 setelah seorang ahli Botani berhasil mengembangkan jenis Tulip yang mampu beradaptasi baik dengan iklim Eropa.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
Sejauh mata memandang di Taman Bunga Keukenhof Belanda

Nah puncak demam Tulip  adalah era Tulipmania yang saya ceritakan di atas.

Tulip menjadi barang mewah yang kemudian mendorong banyaknya spekulan pada perdagangan Tulip. Kondisi ini tergambar dengan baik pada film Tulip Fever tersebut.

Masuk abad ke 20, seorang calon walikota Lisse berinisiatif membangun sebuah taman untuk para perajin bunga memamerkan koleksi Tulipnya.

Jadilah tahun 1949 ini sebagai cikal bakal berdirinya Taman Bunga Keukenhof Belanda.

Hanya dalam tempo 50 tahun Taman Bunga Keukenhof Belanda menjadi taman bunga terbesar di dunia yang menarik minat pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Kami sendiri saat itu bertemu beberapa rombongan pengunjung yang juga berasal dari Indonesia.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
Perhatikan beberapa ras pengunjung Keukenhof

Di dalam Taman Bunga Keukenhof Belanda terdapat kincir angin yang juga menjadi maskot Belanda. 

Jadi jika kita berkunjung ke sini kita sudah dapat bonus photobooth dengan latar kincir angin. Selain itu terdapat sebuah taman labirin raksasa di dalam sini.
Taman Bunga Keukenhof Belanda
Kincir angin dalam Taman Bunga Keukenhof Belanda


Biaya Masuk

Biaya masuk ke Taman Bunga Keukenhof Belanda adalah 18 Euro untuk dewasa. Anak-anak usia 4-11 tahun dikenakan biaya 8 Euro. Usia di bawah 4 tahun gratis masuknya.

---0000---

Pah... papaaaahhh bangun udah sahur!!! Apa sahur? Wah ternyata cuman mimpi bisa bertemu Bunga-Bunga Di Taman Bunga Keukenhof Belanda 😁😁😁